Setapak Langkah – 14 Mei 2026 | PGE (Perusahaan Gas Negara) mengumumkan rencana ambisius untuk menghemat sekitar 90.000 megawatt‑jam (MWh) energi listrik sepanjang tahun 2025. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca secara signifikan, dengan target pengurangan sebesar 4,29 juta ton setara CO₂ (CO₂e).
Target penghematan energi tersebut akan dicapai melalui serangkaian langkah, antara lain peningkatan efisiensi pada fasilitas produksi, optimalisasi jaringan distribusi, serta penerapan teknologi digital untuk memantau konsumsi secara real‑time.
- Peningkatan efisiensi peralatan utama diproyeksikan menyumbang sekitar 45% dari total penghematan.
- Penggunaan sistem manajemen energi berbasis IoT diharapkan mengurangi kehilangan energi hingga 30%.
- Program edukasi internal bagi karyawan untuk mengadopsi praktik hemat energi menambah kontribusi sekitar 25%.
Berikut perkiraan dampak lingkungan yang diharapkan:
| Parameter | Target 2025 |
|---|---|
| Energi yang dihemat | 90.000 MWh |
| Pengurangan emisi CO₂e | 4,29 juta ton |
| Penurunan intensitas emisi | sekitar 12% dibandingkan 2023 |
Pengurangan emisi tersebut tidak hanya mendukung komitmen nasional dalam rangka akselerasi transisi energi bersih, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang signifikan. Menurut analisis internal, tiap megawatt‑jam energi yang dihemat dapat menghemat biaya operasional sebesar Rp 1,2 juta, sehingga total penghematan biaya diperkirakan mencapai sekitar Rp 108 miliar per tahun.
PGE menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menjadi pemimpin dalam keberlanjutan energi di Indonesia. Perusahaan berencana memperluas program serupa ke tahun-tahun berikutnya dengan target penghematan yang lebih tinggi.