Setapak Langkah – 30 Maret 2026 | Mexico City, 28 Maret 2026 – Stadion ikonik Estadio Azteca resmi dibuka kembali dengan nama komersial Estadio Banorte, menyambut laga persahabatan internasional antara tim tuan rumah, El Tri, dan Portugal. Pertandingan yang dijadwalkan menjadi ujian akhir bagi kedua skuad menjelang Piala Dunia 2026 berakhir dengan skor 0‑0, menampilkan duel taktik yang ketat serta serangkaian insiden di luar lapangan.
Kembalinya Azteca yang Legendaris
Setelah hampir dua tahun ditutup untuk renovasi demi persiapan Piala Dunia, Azteca kini menampilkan rumput hibrida baru, pencahayaan LED canggih, dan peningkatan kapasitas penonton. Stadion ini akan menjadi salah satu arena utama pada turnamen 48 tim, menampung tiga pertandingan fase grup serta dua laga knockout.
Jalannya Pertandingan
Pertandingan dimulai pada pukul 19.00 WIB dengan suasana yang penuh antisipasi. Portugal mendominasi penguasaan bola, mencatat 61% possession dan akurasi operan mencapai 92%. Gonçalo Ramos menjadi ancaman utama bagi pertahanan El Tri, namun ia hanya mampu menumbuk tiang gawang pada menit ke‑26, memberi sinyal bahwa Portugal siap mencetak gol.
Di babak kedua, João Cancelo melancarkan sundulan keras dari tendangan sudut pada menit ke‑78, namun bola melesat melewati mistar tanpa menemukan jaringan. Sementara itu, Bruno Fernandes mengatur alur serangan Portugal, namun tak ada pemain yang mampu menembus benteng pertahanan Mexico yang dipimpin oleh Israel Reyes, yang kemudian dinobatkan Man of the Match.
Statistik Kunci
- Penguasaan bola: Portugal 61% – Mexico 39%
- Akurasi operan: Portugal 92% – Mexico 88%
- Jumlah tembakan: Portugal 7 – Mexico 4
- Tembakan tepat sasaran: Portugal 3 – Mexico 2
- Kartu kuning: Portugal 2 (Pedro Neto, João Cancelo) – Mexico 1 (Jesús Gallardo)
Reaksi Pelatih dan Pemain
Pelatih Portugal, José Mourinho, menilai timnya “biasa saja tanpa kehadiran Cristiano Ronaldo”, menekankan pentingnya kontribusi kolektif. Di sisi lain, Javier Aguirre, pelatih Mexico, mengapresiasi ketangguhan tim meski harus menurunkan 12 pemain reguler karena cedera. “Kami memiliki inkonsistensi, itu wajar, tetapi saya puas dengan penampilan kami,” ujar Aguirre setelah pertandingan.
Kepergian Cristiano Ronaldo dan Rafael Leão dari skuad Portugal menjadi sorotan, mengingat keduanya biasanya menjadi penyerang utama. Meski demikian, Portugal tetap mampu mengendalikan tempo permainan.
Insiden Tragis di Luar Lapangan
Sebelum pertandingan dimulai, tragedi menimpa seorang pendukung yang jatuh dari ketinggian di salah satu area penonton dan meninggal dunia. Kejadian ini memicu keprihatinan luas di antara suporter serta menimbulkan pertanyaan mengenai standar keselamatan di stadion yang baru direnovasi.
Pihak keamanan stadion segera menutup akses area tersebut dan melakukan investigasi. Sementara itu, suasana di dalam arena tetap tenang, dengan penonton menunjukkan dukungan penuh kepada kedua tim.
Secara keseluruhan, laga persahabatan ini menegaskan bahwa baik Mexico maupun Portugal masih memiliki pekerjaan rumah menjelang Piala Dunia. Mexico harus menyiapkan pengganti bagi 12 pemain yang absen, sementara Portugal perlu menemukan alternatif kreatif untuk menggantikan peran Cristiano Ronaldo yang tidak hadir.
Dengan Azteca kembali bersinar, harapan besar menanti turnamen dunia yang akan datang. Pertandingan 0‑0 ini, meski tanpa gol, memberikan gambaran tentang ketangguhan pertahanan masing‑masing dan menambah antisipasi para penggemar sepak bola global.