Setapak Langkah – 30 Maret 2026 | Pasar smartphone 2026 kembali dipenuhi oleh perangkat 5G yang menawarkan kamera berteknologi Optical Image Stabilization (OIS) dengan harga yang relatif terjangkau. Dari dua raksasa teknologi, Xiaomi dan Samsung, muncul tujuh model yang berhasil menyeimbangkan performa fotografi tinggi, kestabilan video, dan harga yang bersahabat.
Daftar 7 HP dengan OIS Terbaik
- Samsung Galaxy S23 Ultra – Flagship Samsung yang dilengkapi sensor utama 200 MP, OIS multi‑axis, dan chipset Snapdragon 8 Gen 2 for Galaxy. Meski diluncurkan pada 2023, harganya turun signifikan pada 2026 sehingga masuk kategori premium‑midrange.
- Xiaomi 17 Ultra by Leica – Kolaborasi pertama Xiaomi dengan Leica, menampilkan sensor 108 MP dengan OIS 5‑axis, layar 6,9 inch HyperRGB OLED, serta chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5.
- Xiaomi 13 Ultra – Model ultra‑premium yang menggunakan sensor 50 MP Sony IMX989 dengan OIS 4‑axis, didukung chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan jaringan 5G Sub‑6 GHz.
- Xiaomi 13 Pro – Versi Pro menurunkan resolusi sensor utama menjadi 48 MP tetapi tetap menyertakan OIS 4‑axis, serta menawarkan kecepatan burst hingga 120 fps.
- Xiaomi 12S Ultra – Mengusung sensor 108 MP Samsung GN2, OIS 5‑axis, dan chipset Snapdragon 8 Gen 2, menjadi pilihan bagi pengguna yang menginginkan kualitas foto studio dengan harga sedikit lebih rendah.
- Xiaomi 13T – Mid‑range dengan sensor 50 MP, OIS 3‑axis, chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, serta harga di bawah Rp 6 juta, cocok untuk pengguna yang fokus pada video stabil.
- Samsung Galaxy S23+ – Versi lebih ringan dari Ultra, menampilkan sensor 50 MP dengan OIS 4‑axis, chipset Snapdragon 8 Gen 2, dan harga yang lebih ramah di pasaran 2026.
Perbandingan Teknis
| Model | Sensor Utama | Resolusi OIS | Chipset | Harga (estimasi 2026) |
|---|---|---|---|---|
| Samsung Galaxy S23 Ultra | 200 MP (Samsung ISOCELL) | Multi‑axis | Snapdragon 8 Gen 2 for Galaxy | Rp 10‑12 juta |
| Xiaomi 17 Ultra | 108 MP (Leica tuned) | 5‑axis | Snapdragon 8 Elite Gen 5 | Rp 9‑11 juta |
| Xiaomi 13 Ultra | 50 MP (Sony IMX989) | 4‑axis | Snapdragon 8 Elite Gen 5 | Rp 8‑9 juta |
| Xiaomi 13 Pro | 48 MP (Sony IMX789) | 4‑axis | Snapdragon 8 Elite Gen 5 | Rp 7‑8 juta |
| Xiaomi 12S Ultra | 108 MP (Samsung GN2) | 5‑axis | Snapdragon 8 Gen 2 | Rp 6‑7 juta |
| Xiaomi 13T | 50 MP (Samsung GM1) | 3‑axis | Snapdragon 8 Elite Gen 5 | Rp 5‑6 juta |
| Samsung Galaxy S23+ | 50 MP (Samsung ISOCELL) | 4‑axis | Snapdragon 8 Gen 2 | Rp 7‑8 juta |
Kelebihan OIS pada Foto dan Video
Optical Image Stabilization bekerja pada level lensa, mengompensasi gerakan tangan secara mekanis. Pada model‑model di atas, OIS membantu menghasilkan:
- Detail foto tinggi bahkan pada cahaya rendah, karena getaran sensor dapat diminimalisir.
- Video 4K hingga 60 fps yang tetap halus tanpa goyangan, sangat berguna bagi pembuat konten TikTok dan YouTube.
- Mode malam yang lebih bersih, dengan eksposur lebih lama tanpa blur.
Pengalaman Pengguna dan Review
Pengguna melaporkan bahwa Samsung Galaxy S23 Ultra tetap menjadi pilihan utama bagi fotografer profesional karena sensor 200 MP yang dipadukan OIS multi‑axis menghasilkan detail setara kamera medium format. Sementara Xiaomi 17 Ultra menonjolkan warna alami berkat mode Leica Essential, menjadikannya favorit para penggemar street photography.
Di segmen menengah, Xiaomi 13T dan Galaxy S23+ menawarkan kombinasi OIS yang cukup untuk vlog harian. Kualitas video yang stabil tanpa harus menambahkan gimbal eksternal menjadi nilai jual utama.
Kesimpulan
Ketujuh smartphone ini membuktikan bahwa teknologi OIS tidak lagi eksklusif untuk perangkat premium dengan harga ratusan juta. Dengan harga yang mulai dari lima hingga dua belas juta rupiah, mereka memberikan hasil foto tajam dan video stabil yang dapat bersaing dengan kamera konvensional. Bagi konsumen Indonesia yang mengutamakan kemampuan fotografi dan konektivitas 5G, pilihan di atas layak dipertimbangkan sesuai dengan anggaran dan kebutuhan kreatif masing‑masing.