Setapak Langkah – 30 Maret 2026 | Jakarta, 29 Maret 2026 – Suasana haru sekaligus hangat menyelimuti Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Minggu (29/3/2026) ketika sahabat, keluarga, dan para penggemar berkumpul untuk memperingati hari kelahiran Vidi Aldiano yang ke‑36. Pada kesempatan yang tidak lazim ini, keluarga Aldiano sekaligus sahabat terdekat mengunjungi makam Vidi, membawa spanduk, bunga biru khas komunitas Vidies, serta kue ulang tahun sebagai bentuk doa dan sedekah.
Enzy Storia Mengunjungi Makam dengan Rasa Rindu
Seorang selebriti muda, Enzy Storia, menandai hari istimewa tersebut dengan berziarah ke lokasi peristirahatan Vidi. Melalui Instagram Story, Enzy memperlihatkan batu nisan Vidi yang dikelilingi melati yang baru saja ditebar. “Wangi banget, pagi‑pagi sudah ditebar melati. Lo taulah kalau sama Candika aman semua @rezachandika,” tulisnya, menambahkan rasa rindu yang mendalam: “Kangen banget lho, Vid.” Enzy juga menyisipkan doa singkat untuk sahabatnya yang telah tiada.
Keluarga Aldiano Menghadirkan Kue dan Spanduk
Tak lama setelah kedatangan Enzy, Harry Kiss, ayah Vidi, tiba bersama rombongan keluarga. Mereka membawa spanduk berukuran besar yang berfungsi sebagai latar foto bersama para penggemar. Di samping spanduk, sebuah kue ulang tahun diletakkan di atas meja yang dihias rangkaian bunga mawar biru, simbol warna identitas Vidies.
Prosesi pemotongan kue dipimpin oleh Ibu Besbarini, ibu Vidi, setelah doa bersama selesai. “Ini kue untuk yang masih hidup. Kalau Vidi, kita kirim Al‑Fatihah saja ya. Vid, ini Mama mewakili kamu ya, mewakili Vidi sedekah. Tolong ini nanti dibagiin,” ujar Harry sambil menyerahkan kue kepada ibunya. Kue tersebut kemudian dibagikan kepada para penggemar, kerabat, dan awak media yang hadir, dengan harapan dapat membawa berkah bagi semua yang terus mendoakan sang putra.
Baju Kenangan dan Sentuhan Personal
Sebagai simbol penghormatan, Besbarini juga membawa beberapa pakaian milik almarhum Vidi ke makam. Baju‑baju tersebut kemudian dibagikan kepada sahabat terdekat sebagai kenang‑kenangan, dengan harapan tetap menginspirasi mereka yang masih hidup. “Ibu Besba membawa beberapa baju Vidi. Tadi sudah satu dikasih. Mudah‑mudahan cukup dan muat,” kata Harry di antara tawa ringan yang mengendurkan suasana duka.
Ucapan Sahabat Lain
Selain Enzy, sejumlah sahabat Vidi mengungkapkan rasa kehilangan melalui media sosial. Sherina Munaf menulis, “Selamat ulang tahun, Vidoi. Aku yang beruntung. Kau mengisi hidup kami dengan sinar matahari dan confetti.” Ia menambahkan bahwa kehadiran Vidi selalu memberi warna terang dalam kehidupannya, meski kini dunia terasa “skala abu‑abu”.
Para penggemar juga berpartisipasi dalam sesi foto bersama, menata bunga melati, mawar biru, serta balon berwarna cerah di sekitar makam. Suasana menjadi semarak meski berada di tempat peristirahatan, mencerminkan semangat Vidi yang selalu mengajak orang di sekitarnya untuk bersuka cita.
Makna Kue dan Sedekah
Menurut Harry, kue ulang tahun yang dibawa bukan sekadar simbol perayaan, melainkan bentuk sedekah atas nama almarhum. Ia berharap kue yang dibagikan dapat menjadi berkah bagi mereka yang masih hidup, sekaligus menjadi perwujudan kasih sayang keluarga Aldiano kepada Vidi. “Ini kue untuk yang masih hidup,” tegasnya, menegaskan nilai kebersamaan dalam menghadapi duka.
Acara diakhiri dengan sesi foto resmi di depan pusara yang telah dipenuhi rangkaian bunga, spanduk, dan balon. Para pengunjung meninggalkan lokasi dengan perasaan campur aduk antara kesedihan atas kehilangan dan kebahagiaan karena dapat merayakan hari kelahiran sahabat sekaligus melanjutkan warisan kebaikan Vidi.
Dengan menggabungkan elemen religius, budaya pop, dan tradisi keluarga, peringatan hari lahir Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir menjadi contoh bagaimana masyarakat Indonesia mengolah duka menjadi momen kebersamaan, doa, serta penghormatan yang tetap hidup dalam ingatan kolektif.