Setapak Langkah – 29 Maret 2026 | Film aksi spionase berbahasa Hindi Dhurandhar 2: The Revenge yang dibintangi Ranveer Singh terus memperkokoh posisinya di papan atas box‑office, sekaligus menyingkirkan beberapa judul blockbuster sebelumnya, termasuk Pathaan milik Shah Rukh Khan. Dalam rentang waktu hanya sepuluh hari sejak penayangan, film ini berhasil mengumpulkan lebih dari ₹900 crore kotor di dalam negeri dan melampaui ₹1.200 crore secara global, menandakan laju pertumbuhan yang belum pernah terlihat pada film India modern.
Prestasi Penjualan Domestik
Menurut data yang dihimpun oleh pelacak industri Sacnilk, Dhurandhar 2 mencatat ₹38,18 crore bersih pada hari kesepuluh, yang mendorong total koleksi bersih di India menjadi ₹754,10 crore dan total kotor mencapai ₹900,27 crore. Angka ini tidak hanya menyalip Pathaan dalam total bersih, tetapi juga menempatkan film ini di antara film-film terlaris sepanjang masa, bersaing ketat dengan Baahubali 2: The Conclusion yang memegang rekor tertinggi di pasar Amerika Utara.
Dominasi di Pasar Amerika Utara
Di wilayah Amerika Utara, Dhurandhar 2 menempati posisi ketiga pada daftar film India dengan pendapatan kotor lebih dari $19,40 juta. Daftar peringkat tersebut mencakup:
| Peringkat | Film | GBOC (juta USD) |
|---|---|---|
| 1 | Baahubali 2 | $22+ |
| 2 | Dhurandhar 2 | $20,65 |
| 3 | Dhurandhar 2 (sekuel) | $19,40+ |
| 4 | Kalki 2898 AD | $18,60 |
| 5 | Pathaan | $17,49 |
Keberhasilan ini menggeser Pathaan ke posisi kelima, menunjukkan daya tarik kuat dari franchise Dhurandhar di kalangan diaspora India serta penonton internasional.
Strategi Rilis dan Respons Penonton
Film ini dirilis secara simultan dalam tiga versi bahasa – Hindi, Tamil, dan Telugu – dengan versi Hindi menyumbang mayoritas pendapatan, yakni ₹35,70 crore pada hari kesepuluh saja. Tingkat hunian bioskop mencapai 54,4 % secara keseluruhan, sementara versi Hindi mencatat hunian 57 % pada lebih dari 12.000 tayangan. Meskipun jumlah tayangan menurun dari 18.456 pada hari kesembilan menjadi 13.558 pada hari kesepuluh, peningkatan hunian menunjukkan permintaan yang tetap kuat pada akhir pekan.
Faktor Pendorong Kesuksesan
- Branding dan Kekuatan Bintang: Ranveer Singh kembali menunjukkan magnetisme layar lebar yang mampu menarik penonton dari berbagai segmen demografis.
- Direksi dan Produksi: Aditya Dhar, yang juga menulis skenario, berhasil menggabungkan elemen aksi, politik, dan drama pribadi dalam narasi yang memikat.
- Distribusi Global: Jio Studios dan B62 Studios menyalurkan film ini ke lebih dari 3.000 bioskop di seluruh dunia, memperluas jangkauan pasar.
- Relevansi Sosial: Cerita yang terinspirasi dari peristiwa geopolitik nyata – seperti Operasi Lyari dan insiden 26/11 – menambah kedalaman emosional yang resonan bagi penonton India.
Bandingkan dengan Pathaan
Sementara Pathaan mencatat pendapatan kotor sekitar $17,49 juta di Amerika Utara, Dhurandhar 2 melampaui angka tersebut dengan selisih hampir $2 juta. Di pasar domestik, Pathaan pernah menempati posisi teratas dengan koleksi bersih di atas ₹600 crore, namun Dhurandhar 2 berhasil menyalipnya dalam hitungan hari, menandakan perubahan selera penonton yang kini lebih condong pada film aksi‑spionase berlatarkan konflik regional.
Prospek Kedepan
Jika tren pertumbuhan tetap berlanjut, Dhurandhar 2 berpotensi menembus rekor Baahubali 2 di pasar Amerika Utara, sekaligus melampaui batas ₹1.000 crore bersih di dalam negeri dalam beberapa minggu ke depan. Keberhasilan ini juga membuka peluang bagi sekuel berikutnya atau spin‑off yang dapat memperluas alam semesta Dhurandhar lebih jauh.
Secara keseluruhan, pencapaian Dhurandhar 2 bukan sekadar kemenangan box‑office semata, melainkan simbol perubahan dinamika industri film India, di mana kombinasi cerita yang relevan, bintang berpengaruh, dan strategi distribusi global dapat menghasilkan performa komersial yang menyaingi bahkan melampaui karya-karya legendaris seperti Pathaan dan Baahubali 2. Dengan momentum ini, industri sinema Bollywood diperkirakan akan terus melahirkan proyek‑proyek berskala besar yang menargetkan penonton internasional sekaligus mempertahankan identitas budaya lokal.